Friday, September 25, 2009

Kasih

By : Clara

Satu kisah itu, kasih...berangsur pudar, menguap menjadi tak berwarna. Tak ada lagi kelembutan, karena pasir itu telah kamu genggam dengan sekuat tenaga. Kamu membiarkannya tumpah, berserakan, hingga tak satu pun tersisa untuk dirasa. Untuk dimiliki.

Kasih, kisahmu, saya tahu...

Tapi bukan dengan kekuatan, bukan dengan paksaan, untuk bisa membangun saya untuk berada disebelahmu. Ketika saya memilih untuk menghindar, bukan saya tidak memiliki indahnya kisah itu. Bukan saya melupakannya. Bukan pula tanda selamat tinggal.

Kasih, bisakah kita menjadi satu kesatuan yang utuh, tanpa ketidakiklasan.

Kasih, biarkan saya yang menemani langkahmu. Dalam doa. Dalam bayangan. Dalam keremangan. Juga dalam kesendirian. Untuk dirimu, selamanya, tanpa pernah kamu harus tahu. Karena...saya masih tidak kuat berada dalam genggamanmu yang begitu penuh tenaga.

1 comment:

  1. kasih...dimanakah dia saat ini? mampir ke postingan lama kamu.

    ReplyDelete