Showing posts with label Olahan Kata. Show all posts
Showing posts with label Olahan Kata. Show all posts

Wednesday, March 3, 2010

Kesesakan

Kata orang : be yourself.

Tapi dia terus berusaha berlari, hingga jatuh tersungkur, lalu berusaha menemukan topeng milik orang lain.













Dan, kemudian...lari lagi.

Sunday, February 28, 2010

Hanabi

Otousan, hanabi ga deta.
(ayah, kembang apinya muncul)

Dou? Hanabi ga kirei datta ne.
(gimana? kembang apinya cantik, ya)

Otousan, atashi hanabi ga daisuki desu. Itsuka, hanabi mitai ni naritai.
(ayah, aku suka banget kembang api. suatu hari nanti, aku mau menjadi seperti kembang api)

E? Doushite, hanabi tte?
(loh? kenapa seperti kembang api?)

Hanabi ga atashi mitai hosokute hikari o tsukureru kara desu. Kurai sora mou kuraku narimasen. Dakara atashi mo ankoku ni de hikaritai.
(karena kembang api kurus seperti aku dan bisa menghasilkan cahaya. Langit yang gelap jadi nggak gelap lagi. karenanya aku mau bercahaya di atas kegelapan)


Pria setengah baya itu menunduk menatap putri kecilnya dengan mata sipitnya yang penuh dengan rasa kagum sekaligus terharu. Pesta musim panas hampir saja berakhir dan sisa-sisa cahaya kembang api masih meninggalkan jejak di langit yang gelap. Tapi, rangkaian impian diatas kata-kata yang meluncur dari bibir mungil putrinya, seperti memberikan secercah pengharapan.

Mungkin suatu hari nanti, kehidupannya--juga putrinya, terbebas dari dunia gelap berkedok kejahatan. Ya, pria itu tidak akan mendukung putrinya hidup di atas tanah bergelimpangan darah.




Ditulis hanya untuk melatih kemampuan bahasa jepang penulis yang masih belum berkembang.
Jika menemukan kesalahan tata bahasa, bisa berkomentar.
Dan, masih memiliki benang merah dengan postingan kemarin.
Semua...
Tentang 'hitam'

Thursday, February 25, 2010

Bahwa Aku dan Bukan Aku

Hingga tanpa sadar, Aku meraih cermin bundar itu.
.....
......
.......
Bukan diriku. Bukan seorang perempuan berwajah pucat pasi yang hidup dalam kesengsaraan setelah melarikan diri dari rumah.



Tapi, dia. Sang monster. Buas. Liar.
Ini bukan Aku.
Atau Aku dalam wujud yang tidak pernah aku sadari sebelumnya.
Atau Aku terlalu takut mengakui bahwa cermin itu telah berhasil mengangkat bentuk hatiku ke permukaan, hingga semua orang bisa melihat betapa hitam dan kelamnya Aku.

Karena bukan hitam putih yang kupunya, tapi hitam.

Monday, February 15, 2010

Salju yang Bercerita

Akulah sang debu kristal putih bernama salju dan aku mengukir setiap langkah yang tak terbawa jejaknya untuk kujadikan sebuah kenangan. Setiap jejak yang tertinggal adalah kisah bagiku. Besar, kecil, berlekuk. Aku menyukainya.Dan aku selalu tersenyum untuk itu.

Akulah sang putri yang membuat setitik kebahagiaan di musim yang penuh dengan kebekuan. Aku mencarinya di tiap waktu sebelum matahari membunuhku secara perlahan dan pasti. Aku yang tidak akan pernah bisa terlewatkan.

Akulah sang bunga es yang membuat siapapun menantikan kedatanganku. Merangkaikannya, menggenggamnya, atau pun menyanjungnya. Sementara simfoni kehidupan terus bergerak dengan lembut, aku akan datang kembali untuk mengiringi setiap kisah dalam hidupnya.

Sekedar rangkaian kata yang tidak begitu berarti untuk Rava yang memberikan award untuk blog yang nyaris terbengkalai ini lantaran belum ada setitik ide muncul. Trim`s.